Mematikan Fitur Auto-Update Aplikasi Google Play Store

Apakah kamu adalah pengguna setia smartphone atau tablet dan tidak bisa melepaskan diri darinya? Dengan kata lain, apakah kamu adalah pencandu gadget?

Bila ya, mungkin kamu pernah merasakan momen-momen di mana ada aplikasi menarik yang ingin dipasang di dalam gadget yang kamu bawa kemana-mana. Kamu sering melakukannya tanpa memperdulikan berapa banyak memori internal ponsel yang tersisa.

Sebetulnya hal tersebut tidak terlalu menjadi masalah bila kamu memiliki memori internal yang berkapasitas besar. Namun jelas masalah akan datang bila memori internal ponselmu terlalu kecil, sampai-sampai tidak mampu memuat segala jenis aplikasi yang diinginkan. Belum lagi fakta bahwa setiap aplikasi yang dipasang di dalam ponsel kamu memerlukan pembaharuan sewaktu-waktu.

Artikel lain: Cara untuk Memperbarui, Mengedit, atau Menghapus Status WhatsApp Terbaru

Bila memori internal yang tersedia kecil jumlahnya, maka kamu harus mengerem keinginan untuk menambah lebih banyak aplikasi ke dalam ponsel. Namun bila kapasitas memori lumayan besar, maka tidak masalah bila nafsu untuk mencoba aplikasi terlalu besar. Nah, apa yang ingin kami bicarakan di sini adalah bagaimana cara mematikan fitur Auto-Update aplikasi pada Google Play Store.

Aplikasi Android terus Berkembang Jumlahnya  

Pengguna Android tentu menyadari bahwa jumlah aplikasi Android sekarang ini sudah tidak terhitung jumlahnya. Dan jumlah aplikasi yang ada sekarang akan terus bertambah di masa depan. Bila kamu adalah tipe pencandu apps, maka akan sangat merepotkan untuk memperbarui semua aplikasi satu persatu.

Dalam kebanyakan kasus, pengembang aplikasi melakukan pembaharuan untuk memperbaiki “bugs” pada apps tertentu. Hal-hal semacam ini sebetulnya tidak memerlukan perhatian khusus dari pemilik ponsel Android.

Dibandingkan memperbarui aplikasi tertentu guna menghilangkan “bugs” padanya, mungkin akan menjadi lebih baik bila kamu menghabiskan waktu untuk menonton video favorit di Youtube, atau menonton serial televisi terbaru di Netflix. Di luar itu, tentu ada banyak pekerjaan rumah yang bisa dilakukan.

Namun jangan salah, Google menerapkan kebijakan di mana instruksi bawaan yang tertanam di dalam sistem Google Play adalah: lakukan auto-update apps melalui jaringan Wi-Fi. Meski tidak akan terlalu banyak menggangu pengguna, namun fitur auto-update tidak terlalu penting untuk dihidupkan.

Sebab terkadang kamu tidak menginginkan sebuah aplikasi untuk diperbarui. Kamu sudah puas dengan versi aplikasi yang digunakan sekarang dan tidak membutuhkan apa-apa lagi.

Untungnya Play Store milik Google bukan satu sistem yang bekerja seperti App Store milik Apple. Play Store memberikan kebebasan bagi pengguna untuk mengontrol aplikasi mana yang memerlukan auto-update, dan mana yang tidak.

Cara Mematikan Auto Update Android di Google Play Store

Kamu dibebaskan untuk memilih auto-update untuk setiap aplikasi yang terpasang di dalam sistem Android. Sebaliknya, kamu juga bebas untuk mencegah aplikasi tertentu untuk diperbarui secara otomatis.

Berikut sejumlah instruksi untuk menonaktifkan fitur pembaharuan otomatis untuk aplikasi spesifik yang dipasang lewat Play Store:

  1. Buka Google Play Store.
  2. Tap pada ikon hamburger yang tersedia di bagian kiri atas, dan pilih My Apps & Games. Sapu jari ke bagian atas untuk menemukan aplikasi yang diinginkan.
  3. Cara lainnya, cari aplikasi yang sudah terpasang menggunakan ikon search di bagian atas, dan ketikan nama aplikasi di dalam kolom yang tersedia.
  4. Ketika sudah berada di laman aplikasi yang diinginkan, tap pada bagian ikon tiga-titik yang ada di bagian atas laman.
  5. Kemudian hilangkan tanda centang pada auto-update

mematikan google play store auto-update

Hanya itu yang perlu dilakukan. Mudah bukan? Mulai sekarang aplikasi yang dipilih tidak akan lagi diperbarui secara otomatis, kecuali kamu membuka Play Store dan menginstruksikan aplikasi untuk melakukan auto-update.

Hanya saja, cara seperti ini berarti kamu perlu menyortir aplikasi dan mematikan fitur tersebut satu-persatu. Dengan cara seperti ini, aplikasi lain akan terus diperbarui secara otomatis.

Sekarang kamu mungkin ingin mematikan auto-update untuk semua aplikasi, sebab kamu merasa setiap aplikasi yang terpasang di dalam ponselmu tidak membutuhkan pembaharuan secara otomatis. Nah, bagaimana melakukannya?

Mematikan Fitur Auto-Update untuk Semua Aplikasi di Android

Untuk mematikan fitur auto-update pada semua aplikasi di Android, kamu bisa mengikuti instruksi di bawah ini:

  1. Buka Google Play Store
  2. Tap pada ikon hamburger di bagian kiri atas, sortir ke atas, dan pilihlah Settings.
  3. Di bawah menu General, tap Auto-update apps.
  4. Kemudian pilihlah opsi pertama bertuliskan: Do not auto-update apps.

Cara seperti ini akan memudahkan kamu untuk mematikan fitur auto-update untuk semua jenis aplikasi yang terpasang di dalam sistem Android. Dan sekali kamu melakukannya, maka tidak ada satupun aplikasi yang akan  mengunduh serta memasang versi terbaru, kecuali kamu menginginkannya.

Kebanyakan orang mematikan fitur auto-update lewat Wi-fi karena alasan lain: mereka ingin memakai mobile data. Opsi ini memang bisa dipilih, terutama bila kamu adalah pengguna unlimited mobile data plan.

Bila kamu menggunakannya, kamu bisa menghidupkan auto-update dan menggunakan data seluler untuk memperbarui setiap aplikasi yang terpasang.

Menghidupkan auto-update pada Android bila kamu Pengguna Unlimited data Seluler

Beginilah caranya bila kamu ingin memanfaatkan unlimited data seluler untuk menghidupkan fitur auto-update pada Android:

  1. Bukalah Google Play Store
  2. Tap pada ikon hamburger di bagian kiri atas, sapukan jari ke bagian atas, dan pilih Settings.
  3. Di bawah opsi General, pilih Auto-Update apps.
  4. Bila kamu ingin memilih auto-update melalui jaringan Wi-Fi, pilih opsi ketiga: Auto-update apps over WI-Fi only.
  5. Namun bila ingin menghidupkan auto-update dengan memanfaatkan data seluler, maka pilihlah opsi kedua: Auto-update apps at any time.

Akan tetapi harus diingat bahwa tidak semua provider seluler di Indonesia menyediakan paket unlimited, sehingga kamu harus memastikan bahwa paket data yang terdaftar di ponsel adalah yang tipe seperti itu. Kecuali kamu yakin bahwa paket data yang dibeli adalah tipe unlimited, sebaiknya tepikan opsi yang satu ini.

Kamu juga perlu mengingat satu hal lagi terkait dengan tips terakhir: Google akan mengingatkan kamu bahwa pembaharuan aplikasi akan dilakukan dengan memanfaatkan data seluler, yang berarti akan memakan kuota data yang kamu punya. Pastikan bahwa ini adalah hal yang kamu inginkan.

Baca juga: 3 Aplikasi Penambah RAM agar Android Semakin Cepat

Aplikasi apapun yang membutuhkan izin baru untuk pembaharuan sebetulnya membutuhkan persetujuan pengguna untuk melakukan pembaharuan, sekalipun bila opsi auto-update dihidupkan oleh pengguna.

Cara semacam ini sebetulnya menjadi sebuah bentuk kepedulian Google untuk pengguna, di mana fitur tersebut memastikan bahwa pengguna tahu apa yang dilakukan, dan sekaligus mencegah pengembang nakal untuk memperoleh akses ke hal-hal yang tidak diizinkan.

Jadi pada dasarnya Google Play Store adalah sistem pasar aplikasi yang sangat fleksibel. Kendati menyediakan pilihan untuk memudahkan pengguna, dan terkadang terlihat sederhana dan rapuh dari segi keamanan, namun Google tetap memastikan bahwa pengguna tetap bisa memperoleh keamanan lebih pada perangkat sistem operasi Android yang dipakai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here