memilih smartphone berdasarkan kapasitas baterai

Pada dasarnya kapasitas sebuah baterai yang ditanamkan di badan smartphone akan mempengaruhi banyak hal, termasuk seberapa lama sebuah smartphone bisa hidup dalam sehari. Akan tetapi ternyata tidak ada panduan yang bisa membimbing kita mengenali seberapa besar kapasitas baterai yang seharusnya ditanamkan di sebuah smartphone.

Dengan kata lain, orang akan kesulitan menemukan panduan yang bisa menjawab berapa banyak kapasitas baterai yang seharusnya tersedia di sebuah ponsel pintar.

Akan tetapi jelas di sini bahwa performa dan ketangguhan baterai tergantung pada banyak hal seperti spesifikasi ponsel pintar, tipe layar (apakah ia membutuhkan lebih banyak daya baterai untuk beroperasi), serta yang paling penting: bagaimana pengguna smartphone memakai ponsel mereka.

Yang perlu ditekankan di sini adalah: baterai berkapasitas besar tidak selalu menjadi patokan utama. Artinya kamu tidak perlu terpikat pada ponsel pintar dengan kapasitas baterai sebesar 4,000 mAh. Yang betul-betul perlu diperhatikan adalah tulisan maupun ulasan yang membahas ponsel pintar tertentu, yang biasanya memberikan keterangan terkait kualitas baterai pada smartphone.

Di titik ini kamu perlu memperhatikan betul ulasan tentang performa baterai pada sebuah smartphone. Pilihlah satu yang punya ketahanan baterai tinggi dan sanggup bekerja dalam hitungan jam yang memuaskan.

Lalu yang juga perlu diperhatikan adalah bagaimana kamu akan memakai ponsel pintar. Bila kamu memakai ponsel pintar untuk bertukar pesan dan mengakses media sosial selama beberapa jam dalam satu hari, maka sebetulnya baterai terbaik tidak diperlukan.

Lain halnya bila ponsel pintar digunakan untuk bermain game berat, menonton video streaming, dan task yang sejenis, maka baterai berkualitas dengan kapasitas dalam jumlah tertentu menjadi dua hal yang mesti diperhatikan.

Baterai Tahan Lama jadi Bahan Pertimbangan Utama

Tidak sulit bagi kita untuk menemukan ponsel pintar dengan spesifikasi baterai yang besar dan dijanjikan tahan lama. Namun definisi “baterai berkapasitas besar” di sini masih ambigu. Tentu saja ponsel pintar dengan baterai berkapasitas 4,000 mAh akan lebih mudah disukai ketimbang yang berkapasitas 3,000 mAh. Sebabnya jelas: baterai kapasitas 4,000 mAh dianggap lebih tahan lama dibandingkan saudaranya itu.

Ada sebuah survey menarik yang dilakukan tahun lalu, yang pada dasarnya ingin mencari tahu pertimbangan konsumen Indonesia ketika memilh smartphone. Hasilnya cukup mengejutkan. Bukan brand atau merk yang menjadi tolak ukur kebanyakan anggota masyarakat ketika membeli ponsel pintar.

Artikel lain: Cara Mematikan Fitur Auto-Update Aplikasi Pada Google Play Store

Sebaliknya, daya tahan baterai adalah hal paling diperhatikan oleh konsumen ketika memilih ponsel. Semakin tinggi intensitas pemakain smartphone, maka seseorang akan membutuhkan ponsel dengan daya tahan baterai tinggi.

Beberapa Merk untuk Dijadikan Pertimbangan

Ada beberapa merk ponsel pintar dengan kemampuan baterai prima, yang bisa dijadikan bahan pertimbangan ketika memilih gadget. Yang pertama adalah Samsung Galaxy J3 yang disebut-sebut mampu bertahan selama 15 jam serta 40 menit dalam sekali pemakaian. Di bawah Galaxy J3 ada One Plus 3 yang menurut hasil uji coba memiliki baterai yang mampu bertahan selama 14 jam dan 17 menit.

Brand smartphone

Lalu setelahnya ada Huawei Mate 8 yang mampu hidup selama 15 jam tanpa henti. Berikutnya ada Xiaomi Mi5 yang sanggup bertahan 14 jam sebelum akhirnya harus diisi ulang.

Nah, bila kamu berniat membeli sebuah ponsel pintar baru, beberapa nama yang disebut di atas layak untuk dijadikan bahan pertimbangan, dengan catatan kamu adalah tipe konsumen yang benar-benar mementingkan brand maupun merk sebuah smartphone.

Kebiasaan penting Untuk Menjaga Vitalitas Baterai Smartphone

Ok, sekarang kamu mungkin sudah membeli sebuah ponsel pintar dengan kemampuan baterai mumpuni. Lalu apa yang harus dilakukan setelahnya? Tentu saja menjaga vitalitas baterai smartphone, agar ia bisa tetap prima sepanjang waktu.

kapasitas baterai smartphone

Rasanya tidak mengherankan lagi bila seorang pengguna smartphone sering takut pada kemampuan baterai ponselnya. Artinya di sini: bahkan seorang pengguna smartphone sering merasa ‘insecure’, alias takut baterai ponsel yang dipakai ternyata tidak tahan dipakai seharian.

Akan tetapi bila ternyata smartphone kita tidak tahan hidup seharian, maka jangan salahkan baterainya dulu. Sebab bisa jadi cara kita mengisi daya baterai lah yang salah, atau kita memakai smartphone di luar batas kewajaran.

Hal-hal sepele seperti pengisian baterai menjadi penting untuk diperhatikan para pemilik ponsel pintar. Karena itu sebaiknya pemilik smartphone mulai mengubah perilaku mereka ketika sedang mengecas baterai. Dan inilah hal-hal yang harus dilakukan oleh para pemilik ponsel pintar ketika mereka ingin mengisi daya baterai mereka kembali:

1. Jaga supaya tetap dingin

Temperatur panas merupakan musuh utama smartphone, karena itu panas ekstrim adalah musuh yang harus dijauhkan dari ponsel pintar. Jauhkanlah benda yang memancarkan panas ekstrim (atau setidaknya: memiliki temperatur panas) dari ponsel pintar, terutama ketika benda tersebut sedang diisi ulang baterainya.

Case plastik maupun karet bahkan bisa meningkatkan suhu telpon pintar kamu. Jadi sebaiknya copot dulu case sebelum mulai mengisi ulang daya ponsel pintar.

Yang paling penting, jangan sekali-kali mengecas ponsel pintar di atas permukaan benda elektronik. Karena itu terlarang bagi kamu untuk mencas hape di atas televisi, kulkas, maupun laptop. Jangan juga mengecas smartphone di bawah sinar matahari langsung.

2. Mengisi daya lebih sering lebih bagus

Kebanyakan orang baru mengisi daya baterai ponsel ketika baterai sudah kosong. Artinya di sini: kebanyakan orang mengecas baterai dari posisi daya yang sudah habis, alias 0%. Pilihan ini tidaklah bijak, sebab baterai ponsel pintar akan lebih baik bila diisi sesering mungkin. Berulang namun jangan sampai berlebihan.

Charger yang ditancapkan ke dalam stop kontak berulang kali sebetulnya tidak menjadi masalah bagi kebanyakan baterai smartphone.

3. Baterai smartphone tidak perlu di isi sampai penuh

Kebanyakan pengguna menyukai baterai smartphone yang penuh, alias 100%. Padahal mereka tidak perlu melakukannya. Tahukah kamu bahwa sering mengisi baterai smartphone sampai penuh malah akan membuat baterai menjadi stress? Ketika baterai sering stress, maka kemampuannya akan semakin melemah, apalagi bila dipakai dalam jangka panjang.

Baca juga: Cara untuk Memperbarui, Mengedit, atau Menghapus Status WhatsApp Terbaru

Karena itu akan menjadi lebih baik bila pengguna smartphone mengisi daya baterai secukupnya, dan melakukannya berulang kali, terutama ketika baterai sudah sekarat.

4. Lepaskan charger dari stop kontak bila daya sudah penuh

Yang juga penting untuk diperhatikan adalah apabila kondisi baterai sudah penuh 100%. Di titik ini, pemilik gadget perlu melepaskan charger berikut ponsel dari stop kontak apabila daya sudah terisi penuh. Membiarkan perangkat dalam kondisi baterai penuh, dan masih tertancap di stop kontak, menjadi preseden buruk dalam jangka panjang.

Buruk karena tidak terputusnya aliran listrik ketika daya telah diisi penuh, sampai 100 %. Dalam kondisi di mana daya listrik tetap masuk walau baterai sudah penuh, aliran listrik yang masuk ke dalam bodi baterai menjadi kecil kemungkinannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here