Cara Merawat Baterai Non-Removable Agar Awet

3 min read

cara merawat baterai non removable

Pada smartphone keluaran terbaru, baterai tanam lebih banyak digunakan dibandingkan baterai yang bisa dilepas-pasang. Baterai tanam membuat body smartphone menjadi lebih tipis sehingga tampilannya lebih keren.

Selain itu, dengan baterai tanam, pabrikan smartphone bisa membuat hp yang lebih tertutup dengan material yang lebih kokoh.

Kondisi ini membuat hp menjadi lebih tahan air dan debu pun tidak mudah masuk ke dalam komponen.

Dengan baterai tanam, slot untuk sim card juga bisa dipindah ke tempat yang mudah dijangkau. Baterai tanam juga relatif lebih awet dari pada baterai pasang lepas.

Sayangnya, jika baterai tanam rusak, Anda akan kesulitan untuk menggantinya dan harus membawanya ke tempat servis.

Jika smartphone anda menggunakan sistem baterai tanam atau non-removable, jangan lupa untuk melakukan perawatan ekstra untuk menghindari terjadinya kerusakan.

Nah berikut ini beberapa cara merawat baterai smartphone non removable agar lebih tahan lama.

10+ Cara Merawat Baterai Non Removable Agar Awet

1. Gunakan Charger Asli atau Orisinal

Untuk merawat baterai non removable yang pertama harus diperhatikan adalah menjaga agar arus listrik yang diterima baterai selalu sesuai dan aman, gunakan charger asli atau orisinal setiap saat mengisi baterai.

Charger asli sudah disesuaikan oleh pabrikan agar dapat mengisi baterai dengan efektif.

Namun, jika Anda terpaksa menggunakan charger yang bukan buatan pabrik, pastikan arus yang diterima oleh smartphone kamu sesuai dengan arus yang dibutuhkan oleh baterai.

2. Jangan Lupa Mengecek Temperatur Baterai smartphone

Temperatur yang dibutuhkan smartphone adalah temperatur kamar, yaitu 18-35 derajat celcius. Jika terlalu rendah, baterai Anda akan mengalami pengurangan kapasitas.

Sebaliknya, baterai yang terlalu panas dapat merusak komponen yang ada di smartphone.

Untuk itu, pastikan untuk menyimpan dan menggunakan smartphone di tempat yang sejuk. Jangan menaruhnya di tempat-tempat bersuhu tinggi misalnya di atas mesin mesin yang menyala agar temperaturnya tidak meninggi.

Beri waktu istirahat smartphone anda dan jangan sampai menggunakannya terus menerus hingga panas.

Artikel lain: Aplikasi Penghemat Baterai Terbaik untuk Android

Jika smartphone yang Anda miliki tidak memiliki pengukur suhu, anda bisa menngunduh aplikasi pengukur suhu yang banyak ditemukan di Play Store.

3. Isi Baterai Smartphone dibawah 20%

Jika Anda sering membiarkan smartphone Anda habis, maka kapasitas baterai tanam bisa berkurang  dan mungkin umur baterai bisa menjadi lebih pendek.

Untuk itu, saat daya smartphone Anda mencapai 20%, segera lakukan pengisian menggunakan charger orisinal dan jika dalam keadaan darurat misalnya kamu akan pergi treveling, nah kamu bisa mengisi baterai di atas 20% persen hingga penuh.

Jika digunakan untuk perjalanan jarak jauh, Anda bisa memanfaatkan power bank seperlunya, tetapi jangan terlalu sering karena daya yang diberikan tidak selalu stabil untuk smartphone Anda.

4. Hindari Pengisian Daya Berlebihan ( Overcharge )

Meskipun smartphone jaman sekarang memiliki kemampuan untuk memutus daya jika sudah mencapai 100%, namun disarankan jangan terlalu lama membiarkan smartphone dalam keadaan charging selama berjam-jam.

Selain karena dapat menyebabkan baterai menjadi melembung, untuk beberapa kasus, baterai dapat meledak.

Perlu di ingat pula, hindari pengisian daya melalui mobil secara terus menerus karena daya yang di hasilkan aki mobil itu tidak stabil bisa menyebabkan baterai handphone kurang awet

5. Jangan Menggunakan Smartphone Saat Mengisi daya

Selain itu untuk merawat baterai non removable perlu dipahami bila smartphone dalam keadaan charging, jangan gunakan untuk bermain game, memutar musik, menerima telepon atau menggunakannya untuk kegiatan lainnya.

Disarankan untuk melakukan pengaturan smartphone dalam keadaan airplane mode atau sekalian dimatikan saja. Dengan begitu, baterai tidak cepat panas.

Baca juga: Tips Memilih Smartphone berdasarkan Kapasitas Baterai

6. Kurangi Bermain Game

Jika kamu termasuk orang yang suka bermain Mobile Game, disarankan untuk mengurangi durasi waktu permainan maksimal 2 jam sehari. Bermain mobile game sendiri menggunakan hampir seluruh kemampuan smartphone kamu.

Oleh karena itu, saat bermain game baterai akan lebih cepat panas. Dengan memberikan jeda saat main game atau membatasi durasinya, temperatur smartphone kamu akan lebih stabil.

7. Isi Penuh Baterai jika tidak Digunakan dalam Waktu Lama

Jika Anda akan bepergian atau tidak menggunakan smartphone dalam waktu lama, disarankan untuk mengisi penuh baterai dan mematikannya.

Dengan begitu, baterai smartphone Anda  akan siap digunakan dan lebih awet jika suatu saat dibutuhkan.

Namun, jangan lupa untuk melakukan pengisian daya setiap 2 sampai 3 minggu sekali, dengan begitu baterai smartphone tidak akan cepat aus.

8. Matikan Smartphone Beberapa Jam Setiap hari

Banyak orang membiarkan smartphone mereka menyala, bahkan saat malam hari dalam keadaan tidur.

Jangan biarkan kebiasaan ini berlangsung, karena baterainya akan cepat aus. Sebaiknya matikan smartphone saat akan pergi tidur, agar baterainya lebih awet.

9. Perhatikan Aplikasi yang Terpasang

Kelola aplikasi yang anda pasang dengan baik, jangan pasang aplikasi yang tidak diperlukan.

Terlalu banyak memasang aplikasi akan menghabiskan memori dan juga menguras daya baterai Anda.

Aplikasi yang terpasang terkadang tetap berjalan di latar belakang tanpa Anda ketahui.

10. Hindari Charger Handphone pada Malam Hari ( Sebelum Tidur )

Taukah kamu charger handphone pada malam hari atau ketika akan tidur itu begitu rawan karena kamu bisa membiarkan handphone terisi daya dari malam hingga pagi hari ( hehe pengalaman pribadi ).

Maka cobalah untuk menghindari mengisi daya pada malam hari karna di takutkan bisa menyebabkan baterai kelebihan daya yang membuat baterai hp cepat aus

11. Pasang Aplikasi untuk Menjaga Kesehatan Baterai

Untuk menjaga performa dan daya tahan baterai, sekaligus melihat arus yang masuk ke dalamnya, Anda perlu memasang aplikasi untuk menjaga kesehatan baterai.

Ada banyak aplikasi di Google Play, seperti Greenify atau DU Battery Saver yang bisa digunakan untuk keperluan ini.

Dengan menggunakan 10 cara merawat baterai non removable diatas, baterai smartphone anda dijamin bisa bertahan lebih lama. Selamat mencoba!

35 Replies to “Cara Merawat Baterai Non-Removable Agar Awet”

  1. nice info. cuma saya mau bertanya pada no 8. Matikan smartphone beberapa jam setiap hari

    Banyak orang membiarkan smartphone mereka menyala, bahkan saat malam hari dalam keadaan tidur. Jangan biarkan kebiasaan ini berlangsung, karena baterainya akan cepat aus. Sebaiknya matikan smartphone saat akan pergi tidur, agar baterainya lebih awet. inikan menyebabkan berkurangnya baterai. apakah itu gak berpengaruh terhadap masa baterai Hp?

    1. cukup 1-2 jam setiap hari.

      penyebab baterai hp cepat aus, biasanya karena membiarkan baterai hp habis dan mati lalu tidak mencabutnya charger ketika sudah mencapai 100 persen. πŸ™‚

        1. alangkah baiknya dimatikan agar proses charger berjalan lebih cepat dan sekalian hp bisa beristirahat, tpi apabila keadaan genting misal menunggu kabar saudara atau keluarga namun daya hp habis charger dalam keadaan menyala tidak apa”.

          yang terpenting jangan charger sambil ngegame karena proses charging akan berlangsung lama.

    1. semakin banyak frekuensi agan mencharger baterai semakin cepat pula usia baterai untuk habis. usahakan mencharger stelah baterai dibawah 30% atau sampai ada peringatan di hp πŸ™‚

    1. hp panas ketika sedang di cas, sebetulnya merupakan proses penyaluran daya dari charger ke hp lalu ke baterai, ketika terjadi panas ketika cas itu wajar asalkan tidak berlebihan.

      jika panas berlebih coba cas dalam keadaan mati, pastikan koneksi internet mati dan jangan nelpon ketika cas. semoga berguna:)

    1. sebenarnya baterai ponsel sudah bekerja optimal ketika kapasitasnya berada di angka 40 persen hingga 80 persen. namun,orang sering membuat kesalahan ketika daya ponsel sudah 100% namun didiamkan semalaman dan lupa di cabut.

  2. Nice info.Info ini sangat membantu saya dalam merawat baterai smartphone yg non-removable….thanks

      1. Nice info, battrei saya sudah hampir 2 tahun, dan sesuai dgn info diatas, namun tidak menggunakan aplikasi tambahan seperti Du Battrey Saver (aplikasi malah membuat battrei menjadi rusak), infonya mantep kang

    1. mencharger hp saat saat daya sampai 10 sampai 15 % tidak ada salahnya tpi kami menyarankan agar anda mencharger daya baterai ketika sudah mencapai 30% kebawah. karna biasanya ketika mencapai daya 30% kebawah hp kalian akan memberikan peringatan dan juga langsung memasuki mode hemat daya.

  3. Gan sya cast hp sya mati matikan
    Uda pnuh 100% sya cabut
    Dn Tetiba sya hidupkan menjadi 87%

    Kslahan sya dn penyebabnya dmna ya gan
    Mhon bantuannya

    1. kemungkinan besar hp sobat mengalami Sistem Malfunction pada indikator baterai, atau kemungkinan lain memang baterainya sobat sudah berumur.

      1. Hahahahaha lagi.. Saya malah seneng baca reply2 akang.. Soalnya dari uraian akang di atas saya sepertinya udah nangkep 😁

  4. Gan mau tanya baterai hp tanam sya cas sampai 100% tapi waktu berkurang nya lebih cepat habis daripada saya cas kurang dari 100%misalnya sya cas 80%lebih lama berkurangnya daripada 100%itu penyebabnya apa ya…8

    1. jadi gini broo, menurut ahli menyarankan untuk membiarkan ponsel terisi hanya dalam rentang daya hingga 80% saja. Karena pada daya inilah performa ponsel justru sedang oke-okenya! Mereka bilang, β€œMuatan penuh hingga 100 persen akan memberikan daya yang berlebihan saat ponselmu digunakan.” πŸ™‚

    1. ya benar dan bisa membuat baterai mengelembung, karena mencharger dalam keadaan 0% atau kosong, akan membutuhkan tenaga ekstra yang membuat baterai jadi panas

  5. Bang, kalo keseringan menggunakan hemat daya baterai gimana ya? Apa mempengaruhi masa baterai itu sendiri?

  6. Gan apakah boleh mencas hp dalam keadaan daya batrai 60%,dengan tujuan saat bepergian batre itu bertambah dayanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *